Jumat, 17 Januari 2014

FIB EXPO UBH 2014

TEMA : "Segitiga Muda dalam Samudera Budaya"

10 fakta FIB EXPO 2014 :
1. Program Kerja @BEMMFIB_UBH
2. 10-15 Maret 2014
3. Terdiri dari berbagai perlombaan, penampilan, seminar, dan acara hiburan kebudayaan
4. Ada 3 festival kebudayaan yaitu English Festival (E-Fest), Festival Minangkabau, dan Japan Festival (J-Fest+BunkasaiXIV)
5. Juga 6 lomba populer : Sastrakustik, Stand Up Comedy, Fotografi, Musik Tradisi, Marching Band, Karikatur Bung Hatta, Cerdas Cermat 3 bahasa dan budaya.
6 Menyelenggarakan Mubes dan Reuni Akbar Alumni FIB UBH
7. Bazar Meriah
8. Penampilan drama 3 bahasa, drama bahasa Jepang, drama Minangkabau, dan teater, serta band.
9. Peserta terbuka untuk SMP, SMA/SMK, PT/Umum
10. CP : 085374147879 (deby) / 081947448241 (aziz) / 083182158222 (lia)

Stand Pendaftaran (sekretariat) : Gedung H, Kampus 1 UBH, Ulakkarang, Padang.

JENIS KEGIATAN 

Festival Kebudayaan Minangkabau :
1. Seminar Kearifan Lokal
2. Lomba Lagu Minangkabau
3. Lomba Cipta dan Baca Puisi
4. Fashion Show Pakaian Adat

J-Fest (Japan Festival) + Bunkasai XIV
1. Workshop Manga : Teknik Menggambar Anime
2. Cosplay Harajuku
3. Sudoku 

E-Fest (English Festival) 
1. Seminar TOEFL
2. Speech
3. Spelling Bee
4. Debate
5. Singing 
6. Story Telling

Lomba Populer 
1. Sastrakustik 
2. Marching Band 
3. Stand Up Comedy 
4. Fotografi 
5. Lomba Musik Tradisi 
6. Lomba Karikatur Bung Hatta 
7. Cerdas Cermat 3 Bahasa dan Budaya 



Penampilan :
1. Teater
2. Drama Minangkabau
3. Drama Ichi Nen Sei 
4. Drama 3 bahasa
5. Dance

Hiburan :
1. Maid Cafe
2. Obake House (rumah hantu)


Jumat, 27 Desember 2013

Malam Warna Warni



Alam tidak mengizinkan kita mengagungkan nama Nya dengan cara yang sama.

Pagi itu kita tidak melihat altar kudus bersamaan. Kita juga tidak menyanyikan lagu yang sama untuk menyambut kelahiran Nya. Dalam hening, kuakui hatiku sempat berbisik. Seandainya saja, desahku pendek. Aku tak berani berharap banyak, jika itu tentang nama mu dan Tuhan.

Satu yang perlu kau tau, sejak awal aku telah mempersiapkan rasa ikhlas yang sedalam-dalamnya.
Tak perlu terlalu banyak kau titipkan cemas dan risau padaku, aku baik-baik saja.

Tapi jika memang mencintaimu adalah kutukan, aku tidak perlu ragu untuk mengamininya. Aku telah duluan menikmati perasaan indah itu, dalam diam, jauh hari sebelum aku mampu mengintip rongga matamu.

Malam itu, di hari natal, malam warna-warni itu.

Kita habiskan waktu, menikmati tontonan di panggung teater tepi pantai itu.

Puisi terakhir yang dimusikalisasikan tetiba menggelitik sanubariku. 

Aku benar-benar tak peduli apa makna yang sebenarnya ingin disampaikan si penulis kepada kita. Aku terhipnotis dalam makna yang rasanya begitu dekat dengan hatiku. Setiap kalimatnya menghasilkan pertanyaan baru dalam hatiku, pertanyaan yang bahkan aku sendiri tak berani menjawabnya. Dan lagi-lagi, aku hanya bisa mengintip matamu, berharap ada pertanyaan yang sampai ke dasar hatimu.

~
Bila ada warna pada malam, seberapa murni rindu yang kau siapkan untuk kepulanganku?
(Jika memang ada saatnya kita harus berpisah, aku dan kau harus pergi ke arah yang tak sama, apakah cerita yang sedang kita rajut akan menjadi penghangat di saat kita sama-sama direngut dingin?)

Seperti kau tahu, kepergian selalu akan menjajah ranah kepulangan.
(Apakah kau akan pulang ke tempat yang sama sebelum kau berangkat pergi, Sayang?)

Dan mimpi, akan mempermainkan, kebimbanganmu.
(Apakah mimpi ini terlalu tinggi untuk kita? Apakah benar semua mimpi ini hanya mempermainkan kita? Apakah kau merasakan kebimbingan yang sama sepertiku?)

Mulailah berhitung, waktu berjalan, aku tengah berkemas. Mulailah berhitung, waktu berjalan, aku tengah berkemas.
(Apa yang sedang kau pikirkan tentang masa depanmu? Adakah aku di sana? Aku tidak berani berpikir terlalu panjang. Akupun tidak bisa menjanjikan waktu, yang aku punya sekarang hanyalah rasa. Rasa yang memohon padaku setiap detik, agar aku menikmatinya. Akupun menikmatinya, sembari mempersiapkan bekal yang banyak, bekal ikhlas dan senyum air mata.)

Berdirilah di depan pintu. Angin musim dingin yang kutiupkan. Dari sini kan mengantarkan kepada kenangan. Betapa pun pahitnya tetaplah berharap.
(Adakah kau rasa getaran yang sama, ketika aku menggenggam tanganmu lebih erat? Betapapun pahitnya, bolehkah aku tetap berharap pada kisah ini? Dan bagaimanapun harapan itu tidak ada, bolehkah aku tetap berdoa untuk namamu?)

Sesungguhnya kau telah merencanakan kepergian, dan aku menyetujuinya. Itulah mengapa aku tak sepenuhnya mau kau hadir dan tinggal berangkat. Selain sedikit doa, selebihnya kuhanya membawa sejumlah surat-surat yang tak sempat kukirimkan.
(Aku yakin. Kau dan aku sama-sama telah mempersiapkan hati untuk menyetujui perpisahan. Dan karena itulah, sekarang kita benar-benar menikmati rasa yang sama-sama ada. Demi melupakan perpisahan yang kita tidak pernah tahu kapan akan tiba. Apakah benar doaku masih sedikit, Tuhan? Apakah masih bisa kupanjatkan doa yang sama lagi malam ini? Tuhan, jangan pisahkan kami.)

Dari negeri warna-warni, sejumlah surat baru tetap ku tulis. Tuk mengisi malam, tuk mencabut duri. Dari pulas tidurmu. Aku tak perlu mengatakan, agar kau berhenti menangis. Karena kau sangat tahu perubahan cuaca. Bila sempat kau lihat warna dalam malam, itu bukan buah dari dusta.
(Tak ada yang bisa kulakukan selain mencoba menuliskan huruf-huruf yang menggantung di setiap tidurku, kadang sakit rasanya. Banyak yang ingin kukatakan, tapi aku tak perlu mengatakannya. Aku tak ingin merusak kebahagiaan yang sama-sama sedang kita siapkan untuk perpisahan. Mungkin saja besok kita tidak bersama lagi. Mungkin rasa ini terlalu dini bagiku, tapi percayalah, kau tak perlu meragukannya.)

Aku tak melupakan ketulusanmu, aku slalu bersyukur. Karena darah masih mengalir. Karena nadi tetap nyeri. Aku tak melupakan ketulusanmu, aku slalu bersyukur. Karena darah masih mengalir. Karena nadi tetap nyeri.
(Ya. Manis dan pahit. Yang telah lewat dan yang akan menghadang. Akan selalu ku ingat. Terimakasih telah memilihku.)
~

Puisi berakhir membuat nyawaku kembali ke kursiku. Aku kembali merasakan genggaman tangan kita. Kulempar senyum untuk wajahmu yang masih menikmati panggung. Tangan kiriku menepuk tangan kanan mu, mataku menangkap matamu, senyum mu memancing senyumku, kita mengakhiri penampilan itu dalam hitungan detik, tapi sudah sejuta pertanyaan melayang-layang di setiap helai rambutku.

Pernah tidak kalian merasakan dua hal yang berbeda sekaligus?

Mencintai seseorang, bermimpi memilikinya seumur hidupmu tapi sekaligus telah mempersiapkan rasa ikhlas yang sedalam-dalamnya? Kalian bahagia bersamanya tapi sekaligus mempersiapkan air mata untuk menatap matanya.

Ya. Kau menghadirkan bahagia dan sakit secara bersamaan.
Akan aku ingat, bagaimana kita melewati malam itu, hari natal kemarin, malam warna-warni.
~

Lagu itu membangunkanku esok pagi. Setiap liriknya membisik indah di daun telingaku. Aku merindukanmu. Aku sudah siap untuk bersamamu. Tapi aku juga harus sudah siap jika memang kau harus pergi.

Dan siang itu, bibirmu seakan mendustaiku, “Kita jauhi semua yang buat kita jadi jauh ya.”
Hatiku tersenyum, tapi segera mempersiapkan air mata.
Pernahkah kau merasakannya?

Ya. Bahagia dan sakit. Bersama-sama.

Jumat, 08 November 2013

Wanita Terburuk

Satu per satu kenangan mendatangiku..

“Aku memang wanita yang buruk” adalah kalimat penutup setiap kali aku berpikir, mengingat masa laluku, lelakiku.. Aku yakin, semua teman, dan semua yang mengenalku juga berpikir hal yang sama..

Wanita mana yang bisa dikatakan baik, ketika dia telah mengatakan “aku mencintaimu” kepada 7 lelaki berbeda dalam waktu 6 tahun?? Lalu menikmati waktu bersama lelaki lain, sekalipun sedang mengikat status dengan lelaki yang berbeda pula?

Tidak cukup sampai di situ.. Aku merasa begitu menjijikan ketika mengingat semua yang telah aku lalui.. Mengingat semua kebodohan-kebodohan sama yang telah aku lakukan.. Mengingat kembali bagaimana aku belum berubah, aku yang hingga sekarang belum mampu belajar dari kesalahan..

“Tidak ada laki-laki baik yang pantas mendambakanku sebagai wanitanya” adalah kalimat paling menyedihkan yang aku katakan untuk diriku sendiri, untuk menghukum diriku sendiri..

Setiap malam, aku menangis untuk semua kesendirian yang terasa begitu setia menemaniku.. Rasa takut yang selalu menyelimutiku.. Bahwa tidak akan ada satu makhluk pun yang akan menangis untuk kepergianku, baik untuk sementara ataupun selamanya..

Setiap hari yang aku lakukan hanyalah melupakan masa lalu dengan menemukan sesuatu yang baru.. Dan sesuatu yang baru pun akan segera terlupakan oleh sesuatu yang lebih baru lagi.. Semua hanya masalah waktu.. Tanpa terasa, aku terlalu serius melupakan masa lalu.. Tapi lupa untuk memaafkannya..

Apa yang harus ku lakukan.. Berkali-kali aku berpikir.. Apakah aku terlalu menyeriusi hal ini? Atau aku seharusnya tidak berpikir terlalu jauh? Apa sebaiknya aku tetap menikmati hariku seperti biasanya, belajar dengan rajin, menghabiskan banyak waktu dengan teman-teman, atau membantu orangtua mengurusi rumah.. Bermain-main dengan segala hal seperti  yang dilakukan kebanyakan orang seumurku?

Tapi, bagaimanapun aku mencoba menikmati hariku, mereka selalu hadir.. Bagaimana ini? Aku tidak bisa benar-benar mencintai siapapun lagi.. Apakah itu bukan sebuah masalah besar? Atau ini hanya masalah kelabilan anak remaja? Akankah ini semua membawa ku kepada waktu yang baik-baik saja?

Ketika aku mencoba membuka hati lagi, menemukan seorang yang baru, maka seorang di masa lalu akan datang, tersenyum kecut, lalu sesuatu dalam hatiku bergetar. Sesuatu itu seperti menelanjangiku dan membuatku malu. Membuatku tersudut pada tempat yang tidak ada seorang pun. Aku kemudian merasa tidak pantas mencintai siapapun lagi. Aku kemudian merasa semua kata cinta yang pernah keluar dari mulutku adalah hina. Aku kemudian merasa semua rasa cinta yang pernah ada di hatiku adalah dosa. Aku kemudian merasa semua kebahagiaanku yang disaksikan semua orang tak berhenti menertawakanku. Aku kemudian mati.

Setiap kesendirian menjemputku, ntah mengapa yang aku bisa hanyalah menghubungi masa laluku. Aku selalu mencoba memilih satu di antara mereka setiap malam, dini hari tepatnya.. Jika yang kupilih tidak membalas pesanku, maka aku akan memilih seorang yang lain, hingga kudapat sebuah nama.. Setelah ada yang membalas pesanku, kemudian aku akan berkomunikasi singkat dengan mereka..  Dan hanya itu cara yang paling cepat membuatku kembali tertidur..

Tapi jelas aku tidak bisa melakukan itu setiap malam.. Aku tidak mungkin mengganggu dan mengurusi hidup mereka lebih jauh.. Semua kata perpisahan untuk mereka, selalu keluar dari mulutku.. Jelas aku bukanlah orang yang pantas untuk itu.. Sekalipun sebenarnya malam dimana aku memilih untuk tidak menghubungi siapapun adalah malam paling menyakitkan untuk ku..

Malam-malam seperti itulah yang sekarang sedang aku nikmati, sendiri.. Malam yang selalu datang menghukumku, menghakimi semua kehinaanku.. Malam dimana otakku bekerja begitu keras untuk membunuh semua masa lalu.. Malam dimana aku tak dapat berpikir.. Hanya menangislah caraku untuk menikmati malam.. Membuatku lelah, dan tertidur, lalu terbangun dengan badan yang terasa semakin memburuk, padahal aku tidak menderita sakit apa-apa..

Apa yang harus aku lakukan...

Aku ingin mencintai seseorang dengan sepenuh hatiku... Aku benar-benar ingin merasakan cinta sesungguhnya... Aku benar-benar ingin memiliki seseorang yang akan aku pertahankan sekuat tenagaku... Aku benar-benar ingin menemukan orang yang akan menerima nyawaku sebagai pengorbananku... Aku benar-benar ingin mencintai orang lain, seperti aku mencintai diriku sendiri... Aku benar-benar ingin, Tuhan...

Tapi, masihkah waktu mengizinkanku bertemu dengan seseorang yang pantas mencintai wanita buruk seperti ku?

“Jika ada lelaki yang ditakdirkan untuk mendambakanmu sebagai wanitanya, maka dia adalah lelaki yang buruk. Karena hanya wanita buruk yang pantas mendapatkan lelaki buruk.” – aku tertegun mendengar kata hatiku sendiri.

Jika memang ini pertanda aku akan memasuki gerbang kedewasaan, maka aku akan menikmati semua kesendirian ini sampai kapanpun itu. Ntah sebagai pengorbananku, ntah sebagai hukumanku.

Aku ingin..
Dewasa..

Mencintaiku adalah Kebodohan Terbesarmu.

Satu per satu kenangan mendatangiku..

“Aku memang wanita yang buruk” adalah kalimat penutup setiap kali aku berpikir, mengingat masa laluku, lelakiku.. Aku yakin, semua teman, dan semua yang mengenalku juga berpikir hal yang sama..

Wanita mana yang bisa dikatakan baik, ketika dia telah mengatakan “aku mencintaimu” kepada 7 lelaki berbeda dalam waktu 6 tahun?? Lalu menikmati waktu bersama lelaki lain, sekalipun sedang mengikat status dengan lelaki yang berbeda pula?

Tidak cukup sampai di situ.. Aku merasa begitu menjijikan ketika mengingat semua yang telah aku lalui.. Mengingat semua kebodohan-kebodohan sama yang telah aku lakukan.. Mengingat kembali bagaimana aku belum berubah, aku yang hingga sekarang belum mampu belajar dari kesalahan..

“Tidak ada laki-laki baik yang pantas mendambakanku sebagai wanitanya” adalah kalimat paling menyedihkan yang aku katakan untuk diriku sendiri, untuk menghukum diriku sendiri..

Setiap malam, aku menangis untuk semua kesendirian yang terasa begitu setia menemaniku.. Rasa takut yang selalu menyelimutiku.. Bahwa tidak akan ada satu makhluk pun yang akan menangis untuk kepergianku, baik untuk sementara ataupun selamanya..

Setiap hari yang aku lakukan hanyalah melupakan masa lalu dengan menemukan sesuatu yang baru.. Dan sesuatu yang baru pun akan segera terlupakan oleh sesuatu yang lebih baru lagi.. Semua hanya masalah waktu.. Tanpa terasa, aku terlalu serius melupakan masa lalu.. Tapi lupa untuk memaafkannya..

Apa yang harus ku lakukan.. Berkali-kali aku berpikir.. Apakah aku terlalu menyeriusi hal ini? Atau aku seharusnya tidak berpikir terlalu jauh? Apa sebaiknya aku tetap menikmati hariku seperti biasanya, belajar dengan rajin, menghabiskan banyak waktu dengan teman-teman, atau membantu orangtua mengurusi rumah.. Bermain-main dengan segala hal seperti  yang dilakukan kebanyakan orang seumurku?

Tapi, bagaimanapun aku mencoba menikmati hariku, mereka selalu hadir.. Bagaimana ini? Aku tidak bisa benar-benar mencintai siapapun lagi.. Apakah itu bukan sebuah masalah besar? Atau ini hanya masalah kelabilan anak remaja? Akankah ini semua membawa ku kepada waktu yang baik-baik saja?

Ketika aku mencoba membuka hati lagi, menemukan seorang yang baru, maka seorang di masa lalu akan datang, tersenyum kecut, lalu sesuatu dalam hatiku bergetar. Sesuatu itu seperti menelanjangiku dan membuatku malu. Membuatku tersudut pada tempat yang tidak ada seorang pun. Aku kemudian merasa tidak pantas mencintai siapapun lagi. Aku kemudian merasa semua kata cinta yang pernah keluar dari mulutku adalah hina. Aku kemudian merasa semua rasa cinta yang pernah ada di hatiku adalah dosa. Aku kemudian merasa semua kebahagiaanku yang disaksikan semua orang tak berhenti menertawakanku. Aku kemudian mati.

Setiap kesendirian menjemputku, ntah mengapa yang aku bisa hanyalah menghubungi masa laluku. Aku selalu mencoba memilih satu di antara mereka setiap malam, dini hari tepatnya.. Jika yang kupilih tidak membalas pesanku, maka aku akan memilih seorang yang lain, hingga kudapat sebuah nama.. Setelah ada yang membalas pesanku, kemudian aku akan berkomunikasi singkat dengan mereka..  Dan hanya itu cara yang paling cepat membuatku kembali tertidur..

Tapi jelas aku tidak bisa melakukan itu setiap malam.. Aku tidak mungkin mengganggu dan mengurusi hidup mereka lebih jauh.. Semua kata perpisahan untuk mereka, selalu keluar dari mulutku.. Jelas aku bukanlah orang yang pantas untuk itu.. Sekalipun sebenarnya malam dimana aku memilih untuk tidak menghubungi siapapun adalah malam paling menyakitkan untuk ku..

Malam-malam seperti itulah yang sekarang sedang aku nikmati, sendiri.. Malam yang selalu datang menghukumku, menghakimi semua kehinaanku.. Malam dimana otakku bekerja begitu keras untuk membunuh semua masa lalu.. Malam dimana aku tak dapat berpikir.. Hanya menangislah caraku untuk menikmati malam.. Membuatku lelah, dan tertidur, lalu terbangun dengan badan yang terasa semakin memburuk, padahal aku tidak menderita sakit apa-apa..

Apa yang harus aku lakukan...

Aku ingin mencintai seseorang dengan sepenuh hatiku... Aku benar-benar ingin merasakan cinta sesungguhnya... Aku benar-benar ingin memiliki seseorang yang akan aku pertahankan sekuat tenagaku... Aku benar-benar ingin menemukan orang yang akan menerima nyawaku sebagai pengorbananku... Aku benar-benar ingin mencintai orang lain, seperti aku mencintai diriku sendiri... Aku benar-benar ingin, Tuhan...

Tapi, masihkah waktu mengizinkanku bertemu dengan seseorang yang pantas mencintai wanita buruk seperti ku?

“Jika ada lelaki yang ditakdirkan untuk mendambakanmu sebagai wanitanya, maka dia adalah lelaki yang buruk. Karena hanya wanita buruk yang pantas mendapatkan lelaki buruk.” – aku tertegun mendengar kata hatiku sendiri.

Jika memang ini pertanda aku akan memasuki gerbang kedewasaan, maka aku akan menikmati semua kesendirian ini sampai kapanpun itu. Ntah sebagai pengorbananku, ntah sebagai hukumanku.

Aku ingin..
Dewasa..

Jumat, 18 Oktober 2013

Doubutsu Uranai - Ramalan Ala Jepang

Kamu termasuk orang yang hobi baca ramalan? Coba deh cek melalui Doubutsu Uranai.
Doubutsu Uranai adalah salah satu ramalan ala Jepang yang menggunakan data tanggal lahir untuk mengungkapkan karekteristik manusia melalui simbol 12 jenis binatang.

Ramalan ini membantu kita untuk mengenal lebih dalam tentang diri kita, dan juga mengenal lebih dalam tentang diri orang lain. Sehingga sedikitnya dapat membantu kita dalam membangun hubungan sosial.

Doubutsu Uranai ini didasarkan pada "Empat Pilar Takdir" yang berasal dari Ying/Yang, teori lima unsur yang telah diketahui oleh seluruh Asia dari zaman kuno. Dan kemudian, aspek sosial-psikologi dan perilaku psikologi dimasukkan. Menganalisis informasi dari pemantauan menyeluruh dan lengkap, juga telah diuji secara statistik. Ramalan ini menggunakan statistik komputerisasi, sehingga Doubutsu Uranai mampu dipertanggungjawabkan.

Ramalannya selalu terbukti benar! 99% akurat! Hanya dengan mengetahui tanggal lahir, siapa pun bisa menjadi peramal besar sekaligus. Ini adalah rahasia popularitas dari ramalan ini.



Doubutsu Uranai sebenarnya bisa dibagi ke dalam 3 kategori : 
   a. Cek Personaliti
   b. Cek Kecocokan (untuk pasangan, hihihi)
   c. Ramalan Keberuntungan Harian

Nah, penasaran dan pengen tahu tentang ramalan mu sendiri?
Bisa coba cek di sini. 

Nah, pengklasifikasian Doubutsu Uranai sendiri juga ada 3 yaitu :
1. Simbol Bumi, Matahari, Bulan Sabit, Bulan Penuh.
2. Warna Kuning, Hijau, Cokelat, dan Hitam.
3. Kategori kombinasi egois vs perhatian dan fokus vs mudah terganggu. 

Bumi : (Egois dan Fokus) : Tiger, Wolf, Monkey, dan Koala.
Matahari: (Egois dan Mudah Terganggu) : Pegasus (Kuda Bersayap), Elephant, Lion, dan Cheetah.
Bulan Penuh : (Perhatian dan Fokus) : Sheep dan Phanter (Harimau Kumbang) .
Bulan Sabit: (Perhatian dan Mudah Terganggu) : Fawn (Rusa) dan Tanuki (Musang).

Untuk teman2 yang lahir di tanggal 18 April 1993 (sama denganku) bisa langsung baca terjemahan Doubutsu Uranainya seperti ini:

Anda adalah Black Tiger, yang adalah seorang wanita yang sehat dan hidup. Selalu membuat suasana cerah dan ceria di mana Anda berada. Kepribadian ramah dan baik Anda membuat Anda memiliki banyak teman, dan Anda sangat populer.

Namun demikian, tidak seperti sikap terbuka , Anda bisa terlalu serius dan argumentatif. Anda memiliki pikiran yang murni dan sangat kalkulatif.

Tapi seperti yang Anda lihat, Anda dapat dengan mudah beradaptasi dengan keadaan, dan tidak akan melakukan hal-hal yang melanggar harmoni kelompok.

Anda tidak menunjukkan ketegangan Anda kesedihan, dan dapat menjalani hidup bahagia dan riang dalam setiap situasi atau kesulitan. Mental yang kuat membuat Anda bertindak sebagai salah satu kekuatan untuk membuat cita-cita Anda menjadi kenyataan. Karena itu, Anda dapat lebih keras kepala untuk tetap pada rencana yang telah Anda buat.

Anda memiliki pikiran brilian dan kecerdasan yang tinggi dan dapat membuat keputusan secara logis dan tenang. Sikap dan preferensi tampaknya lugas besar, orang mungkin berpikir Anda boros. Tapi meskipun Anda mencari kemewahan di atmosfer, ekonomi Anda sangat hemat.

Anda cocok untuk pekerjaan seperti pengacara dan polisi perempuan, yang dapat menggunakan rasa keadilan secara maksimal. Tapi kau sangat tangguh dan bisa menuangkan semua energi Anda ke sesuatu yang selalu Anda lakukan hingga selesai.

Setelah kawin, Anda akan menempatkan insting keibuan alami Anda untuk membuka sebuah keluarga yang hangat. Tapi keramahan Anda membuat banyak orang seperti Anda untuk terus bekerja.

Waah,, keren yaa! ^^ hihihi
Bagaimana dengan Doubutsu Uranai mu??